Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Universitas Surabaya Buka Program Kekhususan Desain Interaksi, https://surabaya.tribunnews.com/2021/05/24/universitas-surabaya-buka-program-kekhususan-desain-interaksi.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya (FIK Ubaya) memiliki program kekhususan baru, yaitu Desain Interaksi (Interaction Design).

Program kekhususan ini merupakan turunan dari Program Studi Desain dan Manajemen Produk Fakultas Industri Kreatif Ubaya.

Dekan Fakultas Industri Kreatif Ubaya, Markus Hartono mengungkapkan fakultas Industri Kreatif Ubaya menghadirkan program kekhususan Desain Interaksi yang berorientasi pada human centered design.

“Fakultas Industri Kreatif Ubaya ingin berkontribusi untuk mengisi peluang pasar baru dan menciptakan masa depan yang lebih human centered dan berkontribusi dalam penciptaan pasar baru,” jelasnya.

Desain interaksi,lanjutnya, adalah kajian untuk memahami secara mendalam pola interaksi manusia dengan manusia atau manusia dengan produk.

Program kekhususan ini berfokus pada proses merancang atau mendesain produk interaktif yang mampu meningkatkan efektivitas, kenyamanan, efisiensi, keamanan, serta kemudahan dalam penggunaan dan membentuk pengalaman penggunanya.

“Pada program kehususan Desain Interaksi mahasiswa akan belajar user centered design, user interface design, basic software design, product design digital, dan experience design,”urainya.

Program kekhususan ini memiliki 144 SKS (system kredit semester) yang ditempuh selama kurang lebih empat tahun atau lebih cepat. Mahasiswa akan memperoleh gelar Sarjana Desain (SDs.).

“Prospek kerja bagi mahasiswa program kekhususan ini antara lain sebagai Interaction Designer, UX Designer, Information Architec, Usability Analyst, Content Strategist, UI Designer, Assets Designer, Digital Marketer, Creativepreneur, Motion Designer, Simulation Creator, Digital Product Reasearcher, dan Akademisi,”lanjutnya.

Sementara itu, Sandiaga Salahuddin Uno, Menparekraf RI secara daring mengatakan bahwa saat ini desain produk memiliki tren yang sangat positif karena apresiasi masyarakat terhadap produk berkualitas semakin tinggi.

Sandiaga memaparkan laporan PDB ekonomi kreatif oleh BPS yang menunjukkan, pertumbuhan sub sektor desain produk mencapai 5,89 persen dengan menyumbangkan 2,5 triliun sebagai kontribusi untuk PDB Nasional.

“Jika pendekatan industri 4.0 yang bisa dilakukan untuk sub sektor ini yakni dalam mengelola industri dengan peralatan dan sistem yang adaptif, cerdas serta mendorong pengembangan future initiative yang dapat membangun industri kecil dan menengah,” urainya.

Tujuannya agar bisa beradaptasi menghadapi persaingan global dan perkembangan teknologi terbaru.

“Oleh karena itu, kebutuhan akan SDM pada desain produk khususnya desain interaksi sangat dibutuhkan karena memiliki potensi luar biasa besar bagi kebutuhan dunia pekerjaan di masa mendatang,” terangnya.

Saat ini dalam menjalani aktivitas manusia diperlukan berbagai aspek ketika berinteraksi dengan produk.

Misalnya, estetika, kemudahan dalam penggunaan, fungsi konten, rasa emosi yang muncul seperti rasa senang, kenyamanan dan sebagainya.

Sandiaga Uno juga berpesan kepada lulusan program kekhususan Desain Interaksi Fakultas Industri Kreatif Ubaya mampu beradaptasi, berkolaborasi dan inovatif yang juga harus dilakukan dengan gercep (gerak cepat), geber (gerak bersama) dan gaspol (garap semua potensi).

“Saya sangat mengapresiasi dan menyambut baik program kekhususan Desain Interaksi Fakultas Industri Kreatif Ubaya. Besar harapan kedepannya program ini dapat memberikan arah baru dalam menggali ide-ide kreatif di kalangan usia muda sehingga nantinya bisa menjadi motor atau penggerak perekonomian kreatif Indonesia,” pungkas Sandiaga.

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Universitas Surabaya Buka Program Kekhususan Desain Interaksi, https://surabaya.tribunnews.com/2021/05/24/universitas-surabaya-buka-program-kekhususan-desain-interaksi?page=2.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata


No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

× How can I help you?